PERINGATAN!!!

Semua ini adalah jerih payah si penulis mohon dihargai, cuma butuh dishare linknya saja dan comenent saja, agar tidak ada duplicate atau plagiat, HIDUP INDONESIA DAN PEMUDA INDONESIA

4.6.18

This Is My Life


Semangat Pagi, Salam FITTER
Please welcome, weh sok inggris banget sih kon, santai aja,
Pertama aku memperkenalkan namaku walaupun nama lucu tapi tidak apalah, siap nama aku JAYA merupakan nama untuk menjadikan diri sendiri pemicu lagi, dulu juga pernah kehilang semangat depresi berat tentang hal itu. Nama ini agar orang tua tidak kecewa pada anak ini dengan berbagai kekuarangan dahulu. Pemikiran pendek itu menjadi pedomanku di hidupku sekarang. Setelah dengan nama ini aku lebih bersemangat dan tetap mempercayai adanya Allah SWT, Keluarga, dan sahabat pasti saling mensuport segala kegiatanku. Nama ini juga minim kesalahan itu saja. Maksud dari kesalahan itu adalah penulisan nama kadang membuatku jengkel. Sudahlah tidak usah dibahas semua itu penting sekarang kita membuat diri kita bermanfaat untuk orang lain dengan sedikit dimanfaatkan tetapi semua itu dipikiran kita saja. Sekarang sambutlah namaku yaitu JAYA. Mengambil nama belakangku. Aku memiliki tinggi 174 cm dengan berat 82 Kg memiliki kulit sawo matang. Pendidikan terakhirku adalah Ilmu keolahraga di salah satu perguruan negeri di ibu kota Jawa Tengah. Kota semarang atau kota transit merupakan tempatku sekarang tinggal. 6 Tahun sudah aku berjibaku di kota ini. Walaupun masa kecilku dihabiskan dikota kecil bernama Purwodadi. Taukah anda Purwodadi? Ya purwodadi merupakan pusat pemerintahan dari Grobogan, di Jawa tengah lebih terkenal Purwodadi dari pada Grobogan menurut masyarakat awam atau umum. Purwodadi merupakan lahirnya anak kecil walaupun sekarang sudah besar tepatnya 23 tahun silam dia lahir di tanah memiliki potensi kedelai, tembakau, katak (kodok), minyak kayu putih, garam dan juga madu hutan. Semua potensi berada di Purwodadi, Grobogan, walaupun tidak ada pegunungan dan laut entah dari mana saja itu tercipta potensi terbesar dari daerah asalku berasal. Liat kesemua itu tetap saja aku bersyukur telah terlahir didunia ini. Dunia ini? Dunia kata orang zaman akhir dan zaman dimana orang orang milineum pelbagai keunikan mereka untuk menjadikan keinginan mereka untuk terwujud. Yah sedikit cerita bagaimana didunia ini bekerja. Banyak orang ingin show off tentang kemampuannya untuk bertahan hidup di dunia ini, tidak salah akan hal itu tetapi kadang penempatan salah menjadikan semua itu juga salah di kancah hidup ini, ibarat kita memainkan musik dangdut tetapi bukan dirumah atau di kantor setelah jam kantor selesai, malah kita menggunakan di rumah peribadatan dan ditempat yoga pasti semua orang disekitar situ pasti marah, itu pasti. Ya semua tinggal bagaimana penempatan kita dengan kondisi keinginan kita. Berat pasti jika keingin kita tidak tercapai tetapi kita harus tetap sesuai kondisi. Ya itu terjadi juga pada hidupku, hidup dimulai dari anak kecil dengan keberhasilan 100 % mengalahkan beribu milyar sel sperma dari Ayahku memasuki sel telur Mamahku dengan sempurna menjadikan seorang anak laki laki ini. Sedikit sombong tentang kemenanganku di awal dunia ini menjadikanku pemimpin atas diriku. Kenapa pemimpin? Gegara aku dapat mengalahkan beribu milyar sel dari seorang Ayah luar biasaku. Mungkin itu semua berkat mereka berdua kalau tidak aku tidak ada didunia ini. Taukan maksudku? Ya orang tua berjasa sekali atas semua di diriku selama ini entah itu dukungan moril ataupun materil. Terima kasih saja atas semua pemberian kedua orang tuaku tidak hayal itu membuat aku bangga. Anak ini merupakan anak pertama dari pasangan untuk saat ini menjadi pencerdas bangsa, sering ditakuti oleh anak didik mereka. Inspirasiku memiliki keluarga seperti mereka dengan banyak kebahagiaan disekitar keluarga mereka, tak hayal dengan berbagai permasalahan mereka masih bisa tersenyum dengan bahagiannya dan sama sekali menampakan kesedihan kepada orang lain, walaupun itu anaknya sendiri. Kebanggaan memang iya, itu sering aku lakukan untuk menjadikan diriku lebih bahagia untuk menjalanin dunia ini. Mengeluh mungkin itu sering aku lakukan dulu kepada mereka berdua dan dunia ini, tetapi sekarang mungkin akan hilang ketika aku tau akan perjuangkan mereka untukku dan adik adikku. Cerita sedikit aku mempunyai 2 adik, kedua adikku perempuan semua, anak terganteng di rumah itu aku. Kalian tau lah bagaimana ribetnya punya 2 adik cewek mungkin akan terdengar mudah jika memang sudah besar tapi tetap saja kekawatiran bertambah ketika mereka dewasa. Itu membuat aku lebih berhati-hati kepada setiap cewek gegara menjaga anak cewek atau adik cewek itu susah menjadikan aku lebih menjaga perasaan dan lain-lain supaya tidak berimbas kepada ke 2 adikku. Sekarang mungkin itu dapat aku pikirkan dan dibagikan kepada setiap orang, kadang orang tidak menghargai seorang cewek ataupun perempuan disekitar mereka, ya itu semua dipikiranku. Temanku untuk sekarang KOPI pait di sebelahku. KOPI pahit? Iya dimana sakit kepala atau migran bisa sembuh entah gegara apa tapi aku berkeyakinan ketika pikiranku pusing tidak terkira aku lebih memilih kopi untuk membuatku lebih segar dan lebih ingin berkegiatan produktif disekitarku. Berbicara tentang kopi kadang orang berpikir kalau kopi membuat sakit kepala atau darah tinggi tetapi buatku ketika semua lagi tidak terkendali dan kepala pusing aku lebih memilih untuk minum kopi. Entah kenapa tetapi ada penelitian minum kopi itu bagus untuk pola pikir sesorang. Aku ingin sekali membudidaya minum kopi agar mengilahkan minum alcohol di sekitarku. Susah? Memang itu akan susah tetapi aku yakin bahwa itu akan bisa terjadi dimana semua ngopi untuk meningkatkan stamina dan pola pikir, jernih karena sifat dari kafein sendiri untuk memancu tubuh lebih berdeguk secara kencang. Menceritakan masa sekarang itu sungguh cepat sekali tetapi sebelum melankah kesana aku ingin menceritakan untuk masa kecilku dulu. Aku pernah menempuh playgroup di Sanggar Kegiatan Belajar kepanjangan dari SKB, itu didaerah Danyang, purwodadi terjebak iya gegara selama setahun bermain dengan kenyamanan tersendiri, disitu keluargaku sudah mulai sibuk sendiri dengan kegiatannya, aku merasakan kasih saying sedikit saja, tetapi itu sudah cukup untuk aku ingin membalas semua kasih sayangnya, mungkin aku berfikir mereka mengasih aku sedikit kebahagiaan tapi aku juga mungkin salah tentang semua itu. Orang tua mana saja tidak mungkin ingin melihat anaknya tidak bahagia. Mereka membanting tulang untuk satu yaitu kebahagiaan keturunannya dan membangun sebuah keluarga bahagia. Oke skip semua itu. Beranjak nostalgia di daerah danyang, SKB ternyata aku udah agak besar, aku naik ke Taman Kanak Kanak Tunas Bangsa (TK tunas Bangsa) disana aku langsung B1 yaitu tingkatan ke-2 setelah B-1, tingkatan di TK tunas Bangsa sebagai berikut B1,B2,A. kenapa aku langsung di tingkat 2 mungkin gegara guru disana melihat aku sudah di pernah sekolah. Ya disana aku Cuma 1 tahun dengan alasan aku sudah tidak bedah ingin berseragam putih merah. TK aku mengenal teman-temanku besok menemaniku sampai smp yaitu Dwi Wahyu Wijayanto dan Muhammad Adi Wiari mereka akan menemaniku di sisa sisa SD dan SMP sama gegara rumah keduanya di sambak indah. TK juga merupakan terjebak permainan ternyaman, dahulu seluncuran di TK tersebut adalah seluncuran tertinggi menurutku coba bayangkan seluncuran itu tingginya 2 meter dengan kisaran anak anak pada waktu TK tidak sampai 1 meter apakah itu tidak tinggi. Berbahaya tidak, menantang itu lebih tepatnya, anak anak tidak ada rasa takut mungkin rasa takut itu lebih tergambar di benak ibu guru dan orang tua lainnya dengan seluncuran tinggi dan itu Cuma beralaskan plester halus, kalian bertanya safety? Tidak ada kata safety dipikiran anak seusia itu hanya ada tantangan dan ingin lebih baik dari pada anak anak lain seusianya. Masa ini lebih ingin bermain tanpa berpikir entah aku akan jadi apa ketika dewasa. Mikir tanggungan mikir rumah dan mikir keluarga, PIKIR KERI itu kata lagu sekarang, entah kenapa itu membuat semua terasa mudah tanpa adanya beban, mau kemana serasa bisa. Imajinasi tak terbatas kunci kebahagiaan dari semua masa kecilku tak terlupakan. Terulang lagi mungkin tidak tetapi cukup untuk dikenal dan dituliskan itu lebih asik gegara bisa menjadi cerita dimasa tua dan menjadi perbandingan dimana titik kebahagiaan suatu massa dimana dulu sudah pernah dilakukan dan apa saja tidak dilakukan. Pengingat untuk di masa depan entah menjadi contoh ataupun menjadi peringatan untuk anak dimasa depan dimana dulu perbuatan itu dilakukan. Masa kecil dulu lebih indah tanpa gaget dimana janji orang itu lebih di pegang oleh semua orang, tanpa adanya otw, bentar, ganti acara gegara merepa lebih percaya pada teman padahal pada massa itu tidak ada alat komunikasi canggih seperti sekarang. TK lebih dihabiskan dengan bermain entah itu teman sebaya di tempat bermain ataupun di sekolah formal. Pembentukan karakter itu membuat orang orang dimasa itu lebih maju sosialnya gegara mereka lebih mengedepankan bersosialisasi dari pada penguatan diri sendiri/egoisme. Sekarang mungkin berbeda tetapi memiliki keunggulan tersendiri ketika kita lihat. Kemajuan zaman perlu tetapi juga harus memperhatikan suatu manfaatnya kedepan. Instant merupakan suatu keharusan sekarang 24 Jam ketika sudah dewasa tidak cukup untuk memanfaatkan waktu. Masa kecil kita dengan 12 Jam sudah terasa capek sekali. Mungkin tenaga dewasa dan anak kecil beda, ya iyalah itu tau sendiri. Membentuk kekuatan dimana bermain dilapangan adalah hal menyenangkan sekali. Massa kecil itu sekarang terenggut yah dengan gaget dan orang tua ambil simpel karena kesibukan mereka dengan mengejar materi semakin lama semakin terbelit. Entah kenapa aku lebih suka menulis masa kecil dengan masa bebas dan masa teman merupakan segala untuk kita dengan aku yakin muka polos mereka.


Lanjut Episode berikutnya yah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar