Semangat Pagi, Salam FITTER
Please welcome, weh sok inggris banget sih kon, santai aja,
Pertama aku memperkenalkan namaku walaupun nama lucu
tapi tidak apalah, siap nama aku JAYA merupakan nama untuk menjadikan diri
sendiri pemicu lagi, dulu juga pernah kehilang semangat depresi berat tentang
hal itu. Nama ini agar orang tua tidak kecewa pada anak ini dengan berbagai
kekuarangan dahulu. Pemikiran pendek itu menjadi pedomanku di hidupku sekarang.
Setelah dengan nama ini aku lebih bersemangat dan tetap mempercayai adanya
Allah SWT, Keluarga, dan sahabat pasti saling mensuport segala kegiatanku. Nama
ini juga minim kesalahan itu saja. Maksud dari kesalahan itu adalah penulisan
nama kadang membuatku jengkel. Sudahlah tidak usah dibahas semua itu penting
sekarang kita membuat diri kita bermanfaat untuk orang lain dengan sedikit
dimanfaatkan tetapi semua itu dipikiran kita saja. Sekarang sambutlah namaku
yaitu JAYA. Mengambil nama
belakangku. Aku memiliki tinggi 174 cm dengan berat 82 Kg memiliki kulit sawo
matang. Pendidikan terakhirku adalah Ilmu keolahraga di salah satu perguruan
negeri di ibu kota Jawa Tengah. Kota semarang atau kota transit merupakan
tempatku sekarang tinggal. 6 Tahun sudah aku berjibaku di kota ini. Walaupun
masa kecilku dihabiskan dikota kecil bernama Purwodadi. Taukah anda Purwodadi?
Ya purwodadi merupakan pusat pemerintahan dari Grobogan, di Jawa tengah lebih
terkenal Purwodadi dari pada Grobogan menurut masyarakat awam atau umum.
Purwodadi merupakan lahirnya anak kecil walaupun sekarang sudah besar tepatnya
23 tahun silam dia lahir di tanah memiliki potensi kedelai, tembakau, katak (kodok), minyak kayu putih, garam dan
juga madu hutan. Semua potensi berada di Purwodadi, Grobogan, walaupun tidak
ada pegunungan dan laut entah dari mana saja itu tercipta potensi terbesar dari
daerah asalku berasal. Liat kesemua itu tetap saja aku bersyukur telah terlahir
didunia ini. Dunia ini? Dunia kata orang zaman akhir dan zaman dimana orang
orang milineum pelbagai keunikan mereka untuk menjadikan keinginan mereka untuk
terwujud. Yah sedikit cerita bagaimana didunia ini bekerja. Banyak orang ingin
show off tentang kemampuannya untuk bertahan hidup di dunia ini, tidak salah
akan hal itu tetapi kadang penempatan salah menjadikan semua itu juga salah di
kancah hidup ini, ibarat kita memainkan musik dangdut tetapi bukan dirumah atau
di kantor setelah jam kantor selesai, malah kita menggunakan di rumah
peribadatan dan ditempat yoga pasti semua orang disekitar situ pasti marah, itu
pasti. Ya semua tinggal bagaimana penempatan kita dengan kondisi keinginan
kita. Berat pasti jika keingin kita tidak tercapai tetapi kita harus tetap
sesuai kondisi. Ya itu terjadi juga pada hidupku, hidup dimulai dari anak kecil
dengan keberhasilan 100 % mengalahkan beribu milyar sel sperma dari Ayahku
memasuki sel telur Mamahku dengan sempurna menjadikan seorang anak laki laki
ini. Sedikit sombong tentang kemenanganku di awal dunia ini menjadikanku
pemimpin atas diriku. Kenapa pemimpin? Gegara aku dapat mengalahkan beribu milyar
sel dari seorang Ayah luar biasaku. Mungkin itu semua berkat mereka berdua
kalau tidak aku tidak ada didunia ini. Taukan maksudku? Ya orang tua berjasa
sekali atas semua di diriku selama ini entah itu dukungan moril ataupun
materil. Terima kasih saja atas semua pemberian kedua orang tuaku tidak hayal
itu membuat aku bangga. Anak ini merupakan anak pertama dari pasangan untuk
saat ini menjadi pencerdas bangsa, sering ditakuti oleh anak didik mereka.
Inspirasiku memiliki keluarga seperti mereka dengan banyak kebahagiaan
disekitar keluarga mereka, tak hayal dengan berbagai permasalahan mereka masih
bisa tersenyum dengan bahagiannya dan sama sekali menampakan kesedihan kepada
orang lain, walaupun itu anaknya sendiri. Kebanggaan memang iya, itu sering aku
lakukan untuk menjadikan diriku lebih bahagia untuk menjalanin dunia ini.
Mengeluh mungkin itu sering aku lakukan dulu kepada mereka berdua dan dunia
ini, tetapi sekarang mungkin akan hilang ketika aku tau akan perjuangkan mereka
untukku dan adik adikku. Cerita sedikit aku mempunyai 2 adik, kedua adikku
perempuan semua, anak terganteng di rumah itu aku. Kalian tau lah bagaimana
ribetnya punya 2 adik cewek mungkin akan terdengar mudah jika memang sudah
besar tapi tetap saja kekawatiran bertambah ketika mereka dewasa. Itu membuat
aku lebih berhati-hati kepada setiap cewek gegara menjaga anak cewek atau adik
cewek itu susah menjadikan aku lebih menjaga perasaan dan lain-lain supaya
tidak berimbas kepada ke 2 adikku. Sekarang mungkin itu dapat aku pikirkan dan
dibagikan kepada setiap orang, kadang orang tidak menghargai seorang cewek
ataupun perempuan disekitar mereka, ya itu semua dipikiranku. Temanku untuk
sekarang KOPI pait di sebelahku. KOPI pahit? Iya dimana sakit kepala atau
migran bisa sembuh entah gegara apa tapi aku berkeyakinan ketika pikiranku
pusing tidak terkira aku lebih memilih kopi untuk membuatku lebih segar dan
lebih ingin berkegiatan produktif disekitarku. Berbicara tentang kopi kadang
orang berpikir kalau kopi membuat sakit kepala atau darah tinggi tetapi buatku
ketika semua lagi tidak terkendali dan kepala pusing aku lebih memilih untuk
minum kopi. Entah kenapa tetapi ada penelitian minum kopi itu bagus untuk pola pikir
sesorang. Aku ingin sekali membudidaya minum kopi agar mengilahkan minum alcohol
di sekitarku. Susah? Memang itu akan susah tetapi aku yakin bahwa itu akan bisa
terjadi dimana semua ngopi untuk meningkatkan stamina dan pola pikir, jernih
karena sifat dari kafein sendiri untuk memancu tubuh lebih berdeguk secara
kencang. Menceritakan masa sekarang itu sungguh cepat sekali tetapi sebelum
melankah kesana aku ingin menceritakan untuk masa kecilku dulu. Aku pernah
menempuh playgroup di Sanggar Kegiatan Belajar kepanjangan dari SKB, itu
didaerah Danyang, purwodadi terjebak iya gegara selama setahun bermain dengan
kenyamanan tersendiri, disitu keluargaku sudah mulai sibuk sendiri dengan
kegiatannya, aku merasakan kasih saying sedikit saja, tetapi itu sudah cukup
untuk aku ingin membalas semua kasih sayangnya, mungkin aku berfikir mereka
mengasih aku sedikit kebahagiaan tapi aku juga mungkin salah tentang semua itu.
Orang tua mana saja tidak mungkin ingin melihat anaknya tidak bahagia. Mereka membanting
tulang untuk satu yaitu kebahagiaan keturunannya dan membangun sebuah keluarga
bahagia. Oke skip semua itu. Beranjak nostalgia di daerah danyang, SKB ternyata
aku udah agak besar, aku naik ke Taman Kanak Kanak Tunas Bangsa (TK tunas
Bangsa) disana aku langsung B1 yaitu tingkatan ke-2 setelah B-1, tingkatan di
TK tunas Bangsa sebagai berikut B1,B2,A. kenapa aku langsung di tingkat 2
mungkin gegara guru disana melihat aku sudah di pernah sekolah. Ya disana aku Cuma
1 tahun dengan alasan aku sudah tidak bedah ingin berseragam putih merah. TK
aku mengenal teman-temanku besok menemaniku sampai smp yaitu Dwi Wahyu
Wijayanto dan Muhammad Adi Wiari mereka akan menemaniku di sisa sisa SD dan SMP
sama gegara rumah keduanya di sambak indah. TK juga merupakan terjebak
permainan ternyaman, dahulu seluncuran di TK tersebut adalah seluncuran
tertinggi menurutku coba bayangkan seluncuran itu tingginya 2 meter dengan
kisaran anak anak pada waktu TK tidak sampai 1 meter apakah itu tidak tinggi. Berbahaya
tidak, menantang itu lebih tepatnya, anak anak tidak ada rasa takut mungkin
rasa takut itu lebih tergambar di benak ibu guru dan orang tua lainnya dengan
seluncuran tinggi dan itu Cuma beralaskan plester halus, kalian bertanya
safety? Tidak ada kata safety dipikiran anak seusia itu hanya ada tantangan dan
ingin lebih baik dari pada anak anak lain seusianya. Masa ini lebih ingin
bermain tanpa berpikir entah aku akan jadi apa ketika dewasa. Mikir tanggungan
mikir rumah dan mikir keluarga, PIKIR KERI itu kata lagu sekarang, entah kenapa
itu membuat semua terasa mudah tanpa adanya beban, mau kemana serasa bisa. Imajinasi
tak terbatas kunci kebahagiaan dari semua masa kecilku tak terlupakan. Terulang
lagi mungkin tidak tetapi cukup untuk dikenal dan dituliskan itu lebih asik
gegara bisa menjadi cerita dimasa tua dan menjadi perbandingan dimana titik
kebahagiaan suatu massa dimana dulu sudah pernah dilakukan dan apa saja tidak
dilakukan. Pengingat untuk di masa depan entah menjadi contoh ataupun menjadi
peringatan untuk anak dimasa depan dimana dulu perbuatan itu dilakukan. Masa kecil
dulu lebih indah tanpa gaget dimana janji orang itu lebih di pegang oleh semua
orang, tanpa adanya otw, bentar, ganti acara gegara merepa lebih percaya pada
teman padahal pada massa itu tidak ada alat komunikasi canggih seperti
sekarang. TK lebih dihabiskan dengan bermain entah itu teman sebaya di tempat
bermain ataupun di sekolah formal. Pembentukan karakter itu membuat orang orang
dimasa itu lebih maju sosialnya gegara mereka lebih mengedepankan
bersosialisasi dari pada penguatan diri sendiri/egoisme. Sekarang mungkin
berbeda tetapi memiliki keunggulan tersendiri ketika kita lihat. Kemajuan zaman
perlu tetapi juga harus memperhatikan suatu manfaatnya kedepan. Instant
merupakan suatu keharusan sekarang 24 Jam ketika sudah dewasa tidak cukup untuk
memanfaatkan waktu. Masa kecil kita dengan 12 Jam sudah terasa capek sekali. Mungkin
tenaga dewasa dan anak kecil beda, ya iyalah itu tau sendiri. Membentuk
kekuatan dimana bermain dilapangan adalah hal menyenangkan sekali. Massa kecil
itu sekarang terenggut yah dengan gaget dan orang tua ambil simpel karena
kesibukan mereka dengan mengejar materi semakin lama semakin terbelit. Entah kenapa
aku lebih suka menulis masa kecil dengan masa bebas dan masa teman merupakan
segala untuk kita dengan aku yakin muka polos mereka.
Lanjut Episode berikutnya yah…